Pages

Rabu, 16 Januari 2013

KENAMPAKAN ALAM DAN SOSIAL BUDAYA


Materi Pembelajaran         : KENAMPAKAN ALAM DAN SOSIAL BUDAYA
Mata Pelajaran                   : IPS
Kelas/Semester                    : IV/ 1
Standar Kompetensi          : 1. Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa
                                               di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi
Kompetensi Dasar              : 1.2. Mendeskripsikan kenampakan alam di lingkungan kabupaten/kota
                                               dan provinsi serta hubungannya dengan keragaman sosial dan budaya
Indikator Pembelajaran    :
Ø  Siswa mampu mendeskripsikan kenampakan alam lingkungan kabupaten/kota dan provinsi.
Ø  Siswa dapat menjelaskan hubungan kenampakan alam dengan keragaman sosial budaya.


BAHAN AJAR PEMBELAJARAN

KENAMPAKAN ALAM
DAN SOSIAL BUDAYA


KENAMPAKAN ALAM
Permukaan bumi terdiri atas wilayah daratan dan perairan. Wilayah daratan meliputi gunung, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, dan sebagainya. Wilayah perairan meliputi laut, sungai, dan danau.

A. Wilayah Daratan
Negara Indonesia merupakan negara berbentuk kepulauan. Jumlah pulau di negara Indonesia sekitar 18.810. Pulau merupakan suatu wilayah daratan yang luas. Satu pulau dengan pulau yang lain dihubungkan dengan laut ataupun selat.
a)      Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra dihubungkan Selat Sunda.
b)      Pulau Kalimantan dengan Pulau Sulawesi dihubungkan Selat Makasar.
c)      Pulau Sumatra dengan Pulau Kalimantan dihubungkan Selat Karimata.
d)     Pulau Jawa dan Pulau Bali dihubungkan Selat Bali.

Jenis-jenis bentuk daratan di Indonesia dibedakan menjadi, antara lain.
1. Dataran rendah
 Dataran rendah adalah wilayah yang memiliki ketinggian 0–200 m di atas permukaan laut. Dataran rendah merupakan wilayah yang paling diminati oleh manusia. Hal ini dikarenakan wilayahnya yang mudah dijangkau. Dataran rendah banyak dimanfaatkan manusia untuk kegiatan pertanian, perumahan dan sebagainya.

2. Dataran tinggi
Dataran tinggi adalah wilayah yang memiliki ketinggian lebih dari 200 m di atas permukaan laut. Dataran tinggi biasanya memiliki udara yang sejuk. Pada wilayah dataran tinggi juga banyak dilakukan aktivitas pertanian. Pertanian yang ditanam berupa teh, kopi, sayur-sayuran dan buah-buahan.


3. Gunung

Gunung adalah daerah yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Gunung terdiri atas
gunung mati dan berapi. Gunung yang ada di Indonesia sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan pada wilayah sekitar gunung api merupakan wilayah yang subur.
Selain itu, manfaat lain yang dapat diperoleh dari gunung berapi, yaitu
1) Menghasilkan barang tambang.
2) Sebagai objek pariwisata.
3) Lahan subur cocok untuk kegiatan pertanian dan perkebunan


4. Pegunungan
Pegunungan adalah daerah berbukit-bukit yang memanjang. Pegunungan mempunyai ketinggian lebih dari 1500 m di atas permukaan laut. Wilayah pegunungan yang ada di Indonesia cukup banyak. Umumnya wilayah pegunungan digunakan untuk tempat rekreasi. Hal ini karena pegunungan memiliki udara yang sejuk. Di samping itu juga banyak dilakukan kegiatan pertanian dan perkebunan.

5. Pantai
 Dataran pantai adalah batas antara daratan dengan laut. Indonesia merupakan Negara kepulauan. Hal ini menyebabkan Indonesia banyak memiliki pantai.
Pantai yang ada di Indonesia dimanfaatkan untuk tujuan wisata. Adapun wisata yang datang berasal dari dalam maupun luar negeri. Wilayah pantai dianggap sebagai wilayah yang memiliki daya tarik.

6. Tanjung
Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Tanjung yang ada di Indonesia jumlahnya
cukup banyak. Wilayah tanjung dapat dimanfaatkan sebagai pelabuhan Kapal laut.
Contoh : Pelabuhan Sambas di Sibolga


B. Wilayah Perairan
Wilayah perairan Indonesia lebih luas dibandingkan daratan. Pulau-pulau yang ada di Indonesia dikelilingi oleh perairan. Jenis-jenis bentuk perairan di Indonesia, antara lain.

1. laut



Laut adalah perairan yang sangat luas dan dalam. Air laut terasa asin karena mengandung garam. Laut yang ada di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu laut dangkal dan dalam. Laut dapat menghasilkan ikan, rumput laut, dan sebagainya.
Laut yang ada di Indonesia memiliki daya tarik. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya wisatawan yang datang ke laut.

Bagian-bagian dari laut adalah sebagai berikut.
a) Selat
Selat Sunda

Selat adalah laut sempit yang terletak di antara dua pulau. Indonesia banyak memiliki selat. Selat-selat tersebut menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lainnya.

b) Teluk
Teluk Sibolga
Teluk adalah laut yang menjorok ke daratan. Pada umumnya teluk ini digemari oleh wisatawan. Oleh wisatawan teluk menjadi tempat wisata yang indah dan menarik.


2. Sungai
SUNGAI SIGEAON DI KOTA TARUTUNG
 Sungai adalah air yang mengalir di daratan. Air sungai mengalir dari hulu menuju hilir. Sumber air sungai berasal dari mata air, air hujan, dan campuran.
Sungai dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya untuk irigasi sawah, pertanian, budidaya ikan dengan keramba, objek pariwisata, PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) bahkan ada yang digunakan untuk transportasi (angkutan).


3. Danau
                                                    Danau Toba di Sumatera Utara

Danau terjadi  karena adanya cekungan di alam yang terisi air, baik dari air hujan maupun dari mata air yang ada di tempat tersebut. Danau biasanya dikelilingi oleh dataran.
Manfaat danau antara lain, untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:
1) budi daya ikan air tawar,
2) tempat wisata,
3) irigasi atau pengairan sawah, dan
4) sarana olahraga (dayung).


SOSIAL BUDAYA
 
Manusia merupakan makhluk sosial. Untuk itu, manusia selalu berhubungan dengan sesama. Manusia harus mampu menyesuaikan diri (adaptasi) di lingkungannya. Khususnya di lingkungan tempat tinggalnya. Indonesia memiliki kebudayaan yang beragam. Setiap budaya memiliki kekhasan. Keanekaragaman tersebut seperti keadaan alam yang berbeda, peradaban, pengetahuan, dan sebagainya. Sebagai generasi penerus kalian harus melestarikan kebudayaan. Keragaman budaya yang ada di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut.

1. Bahasa
Suku bangsa di Indonesia memiliki bahasa yang berbeda-beda. Nama bahasa diambil dari nama suku bangsa tersebut. Misalnya, suku Jawa menggunakan bahasa Jawa. Suku bangsa di Indonesia umumnya menggunakan dua bahasa. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Bahasa Indonesia digunakan untuk mempermudah komunikasi.

2. Adat Istiadat
Adat istiadat masing-masing suku bangsa berbeda-beda. Adat istiadat setiap suku bangsa dipertahankan. Adat istiadat tersebut berupa upacara pernikahan, kelahiran, kematian dan sebagainya. Sebagai contoh pada masyarakat Bali terdapat upacara Ngaben. Ngaben adalah acara pembakaran mayat di Bali bagi masyarakat beragama Hindu.

3. Pakaian Adat Daerah
Pakaian adat daerah menggambarkan keanekaragaman budaya Indonesia. Indonesia memiliki 33 provinsi. Pakaian adat tiap provinsi berbeda-beda. Selain itu, pakaian adat setiap provinsi memiliki keunikan dan kekhasan. Pakaian adat umumnya digunakan pada upacara adat.
Contoh : Pakaian adat daerah minangkabau.

4. Kesenian Daerah
Bentuk-bentuk kesenian daerah di Indonesia cukup beragam. Kesenian tersebut seni tari, seni musik, lagu-lagu daerah, dan lain-lain. Masing-masing provinsi memiliki keunikan ragam kesenian.
Contoh : kesenian daerah reog dari Ponorogo, Jawa Timur


PERISTIWA ALAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL

Peristiwa alam sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa alam ada yang merugikan dan menguntungkan. Peristiwa alam atau yang telah dikenal dengan bencana alam. Peristiwa alam yang terjadi memengaruhi kehidupan sosial. Peristiwa bukan hanya berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Akan tetapi, peristiwa alam juga berpengaruh terhadap lingkungan alam. Peristiwa-peristiwa alam yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial, antara lain

a. Banjir

  
Banjir merupakan peristiwa alam yang terjadi pada musim hujan. Faktor penyebab banjir karena alam dan ulah manusia. Banjir karena faktor alam berupa curah hujan yang tinggi. Banjir karena faktor manusia berupa membuang sampah sembarangan, penebangan pohon, dan sebagainya.
Peristiwa banjir berpengaruh terhadap kehidupan sosial.
Contohnya rumah-rumah banyak terendam, menimbulkan penyakit, bahkan kadang menimbulkan korban jiwa. Selain itu, aktivitas masyarakat akan lumpuh jika banjir tidak surut.


b. Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran pada permukaan bumi yang berasal dari dalam bumi. Gempa bumi sering terjadi di Indonesia. Kekuatan getaran gempa bumi diukur dengan skala
Richter.

Gempa bumi di bagi menjadi dua jenis, yaitu
1)      Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena pergeseran lapisan permukaan bumi. Gempa ini dapat terjadi di daratan dan laut.
2)      Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi di sekitar gunung api yang akan meletus. Gempa ini hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut.
Gempa bumi berkekuatan lemah biasanya tidak menimbulkan banyak kerugian. Lain halnya dengan gempa bumi berkekuatan besar. Seringkali dapat menimbulkan kerugian. Seperti kehilangan tempat tinggal, korban jiwa dan sebagainya. Gempa yang terjadi di laut dapat menimbulkan gelombang tsunami.

 c. Gunung meletus

Indonesia merupakan negara yang banyak memiliki gunung api. Gunung api di Indonesia tersebar di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hanya Kalimantan yang tidak memiliki gunung api.
Gunung api menimbulkan bahaya. Seperti awan panas, hujan abu, banjir lahar, dan sebagainya. Selain itu, gunung api juga mendatangkan manfaat. Manfaatnya adalah tanah menjadi subur. Kesuburan tanah tersebut digunakan masyarakat untuk kegiatan pertanian.

d. Tanah longsor
Tanah longsor sering terjadi pada musim hujan. Akhir-akhir ini, wilayah-wilayah di Indonesia sering mengalami tanah longsor. Faktor penyebabnya berupa penebangan hutan secara liar. Hal ini mengakibatkan tanah menjadi gundul. Tanah yang gundul pada saat hujan mudah longsor. Adapun penyebabnya tanaman yang berfungsi sebagai penyerap air sudah tidak ada.
Tanah longsor yang terjadi dapat menimbulkan kerugian. Kerugian yang dirasakan masyarakat berupa korban jiwa, harta benda, dan sebagainya. Tanah longsor banyak terjadi pada daerah yang berlereng.

e. Angin Topan
 Angin jika berhembus pelan terasa sejuk dan segar. Apalagi jika di daerah pegunungan. Namun jika angin berhembus dengan sangat kencang dapat menimbulkan malapetaka. Angin yang sangat kencang ini disebut angin topan. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan udara yang cukup besar. Angin topan disebut juga angin puting beliung, angin ribut, atau angin puyuh. Di Jawa disebut lesus. Angin topan yang sangat dasyat disebut Tornado. Kerusakan akibat angin topan antara lain kerusakan rumah dan tanaman. Rumah-rumah bahkan bisa roboh. Pohon-pohon pun bisa tumbang. Orang yang tidak segera menyelamatkan diri dapat tertimpa rumah ataupun pohon

Pengaruh Perilaku Masyarakat Terhadap Peristiwa Alam
Terjadi peristiwa alam sekarang ini disebabkan oleh alam dan oleh manusia. Peristiwa alam akibat proses alam dapat terjadi kapan saja. Peristiwa alam akibat proses alam sulit untuk dihindari. Peristiwa alam tersebut berupa gempa bumi, gunung meletus, tsunami, angin topan, dan sebagainya.
Peristiwa alam akibat ulah manusia itu dapat dihindari atau dicegah. Peristiwa alam akibat ulah manusia berupa banjir, tanah longsor, polusi, dan sebagainya. Hal ini disebabkan perilaku masyarakat yang tidak ramah terhadap alam penyebab terjadinya peristiwa alam. Perilaku-perilaku tersebut berupa membuang sampah sembarangan, penebangan hutan, pembakaran hutan, dan sebagainya. Peristiwa alam akibat alam dapat dicegah. Pencegahan itu berupa perubahan perilaku masyarakat yang menjadi ramah lingkungan dan selalu menjaga lingkungan.

0 komentar:

Poskan Komentar